Terapkan Strategi Modern

Memainkan bola di lini belakang, Mario Mandzukic dan rekan-rekannya akan terus memburu mereka seperti tidak akan menjumpai hari esok. Namun, dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya, anak asuh Gorman ternyata mulai terbiasa memainkan strategi tersebut.

Dalam pressing tersebut, Sime Vrsaljko dan Ivan Strinic, dua full-back Kroasia, bahkan terlibat aktif dalam melakukan pressing. Mandzukic, Beric, dan Berisic akan menekan trio bek Argentina, Modric dan Rakitic menekan dua gelandang tengah Argentina, sementara Vrsaljko dan Strinic akan menekan duet wing-back Argentina, Eduardo Salvio dan Marcos Acuna.

Meski begitu, melawan Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2018, Kroasia ternyata mampu menembus batas-batas akal sehat. Saat pandit-pandit Inggris beranggapan pemain-pemain Kroasia akan kelelahan setelah melalui drama adu penalti di babak 16 besar dan babak perempat-final, secara mengejutkan Zlatko Dalic justru menerapkan counter-pressing.

Namun Pochettino juga meresponnya dengan menarik Son sebagai sayap kiri. Solskjaer segera merespon dengan memasang Lukaku kembali ke no . 9 agar Lingard menutup lubang yang ditinggalkan Lukaku di sayap kanan. Di kiri, tetap ada Sanchez yang harus membantu turun sehingga Manchester United bertahan dengan formasi. Namun ada momen Sanchez terlambat turun sehingga Pogba & Shaw kalah jumlah di kanan.

Untuk melewati dua pemain lawan dengan dribble setidaknya seorang pemain memerlukan dua kali usaha. Sementara sebuah umpan yang akurat dapat melewati dua hingga tiga bahkan empat pemain sekaligus. Jika tim sedang dalam posisi menyerang, Robert mengatakan bahwa para pemain belakang bisa saja ikut naik. Dalot yang merupakan bek juga dimasukkan sebagai sayap kanan dengan tujuan ‘menahan’ Ben Davies agar tidak melakukan overlap untuk membantu serangan. Karena sebelumnya Spurs memasukkan Llorente yang tentunya diplot untuk menerima crossing baik dari Davies atau Trippier.

Dan saat kompetisi berakhir, Blackhawks berhasil meraih gelar juara NHL untuk pertama kali. Hal ini direpresentasikan dengan baik melalui gol pertama Bayern Munchen pada pertandingan Liga Champions musim 2014/15 di mana Munchen mengalahkan AS Roma 7-1 di Stadion Olimpico. Pada pertandingan tersebut Mario Gotze, Thomas Muller, Juan Bernat dan Xabi Alonso melakukan overload di sisi kanan pertahanan Roma dan dapat dengan mudah melakukan kombinasi umpan. Bermain dengan menerapkan kombinasi umpan lebih efisien dibandingkan dengan melakukan dribble.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *